Sistem Komunikasi

Oleh : Shinta Bella DA (04010521035)

    Hakikat manusia sebagai makhluk sosial, menjadikannya sangat bergantung dengan manusia lain dalam rangka berinteraksi maupun berkomunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi memegang peranan yang sangat penting terutama dalam kehidupan manusia sehari-hari. Komunikasi pada dasarnya dilakukan melalui suatu proses dan proses komunikasi biasanya selalu diawali dengan adanya pemikiran seseorang yang ingin menyampaikan pesan kepada orang lain. Pemikiran itu lantas menjadi ucapan maupun isyarat ataupun kode. 

    Selain itu, komunikasi dalam lingkup yang luas juga menjadikan komunikasi tidak bisa berdiri sendiri dan terlepas dari berbagai pengaruh di sekelilingnya. Sehingga terbentuklah sebuah sistem yang disebut sebagai sistem komunikasi.

A. Pengertian Sistem

    Sistem berasal dari Bahasa Latin (systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu entitas yang berinteraksi. Dalam pengertian umum menurut beberapa ahli definisi sistem adalah kumpulan atau kelompok komponen apapun, baik phisik yang saling berhubungan  dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi dari definisi tersebut sistem bisa dalam bentuk apa saja dan  dimana saja.

    Dalam suatu sistem terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan prosedur yaitu suatu urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan pendekatan dengan komponen yaitu kumpulan elemen yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

B. Pengertian Komunikasi

    Secara etimologis komunikasi memiliki arti dengan atau bersama dengan, dari kata Cum yang berasal dari Bahasa Latin. Kemudian ditambah kata units yang memiliki arti sebuah, sehingga dari kedua kata tersebut menjadi Communio, Common dalam bahasa Inggrisnya menjadi Commoness yang berarti kesamaan. Ini bermakna bahwa jika seseorang melakukan komunikasi dengan orang lain maka mereka sedang melakukan kesamaan (commoness) diantara mereka.

    Selain itu, para ahli juga mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang mereka masing-masing. Diantaranya David K. Berlo (dalam Cangara, 2002:3) memberikan definisi komunikasi sebagai suatu instrumen interaksi sosial yang memiliki kegunaan mengetahui dan memprediksi sikap dan tingkah laku individu. Harold D. Lasswell (dalam Meinanda, 1981:3), mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses menyampaikan pesan oleh seorang komunikator kepada seorang komunikan melalui suatu media sehingga dapat menimbulkan suatu efek. Effendy (1986:6) menyatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses menyampaikan sebuah pesan dari satu orang kepada orang lain untuk menyampaikan atau untuk mengharapkan terjadinya perubahan sikap atau tingkah laku baik secara langsung (lisan) maupun lewat media (tidak langsung). 

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan terjadinya dua bentuk aktivitas. Aktivitas yang pertama adalah menciptakan pesan atau menciptakan pertunjukan (to display) dan yang kedua adalah menafsirkan pesan atau menafsirkan pertunjukan (to interpret).                                       

  1. Menciptakan pesan atau menciptakan pertunjukan (To display).   Hal ini berarti bahwa bagaimana kita dapat menempatkan sesuatu yang kita bawa bisa terlihat dengan jelas dan berada pada posisi yang tepat dan menyenangkan bagi orang lain untuk melakukan pengamatan.              
  2. Menafsirkan pesan atau menafsirkan pertunjukan (To interpret). Redding dan Sanborn (dalam Harun, 2008:4),  menyatakan bahwa di dalam berkomunikasi yang penting adalah suatu pesan yang berasal dari proses penafsiran. Hal ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita memahami orang diperlukan adanya proses mental karena berkaitan dengan perilaku orang yang berbeda, demikian pula objek dan peristiwa yang dialami.

    Dari beberapa definisi komunikasi yang telah diuraikan sebelumnya menunjukkan bahwa komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan dampak tertentu baik itu berupa perubahan sikap, tingkah laku maupun perbuatan dengan harapan tidak ada gangguan yang menghambat dan apabila hambatan terjadi maka orang yang disampaikan pesan dapat bertanya kembali kepada orang yang menyampaikan pesan sebelumnya.

C. Pengertian Sistem Komunikasi

    Sistem dalam bahasa Yunani, disebut “sistema“, berarti kesatuan susunan. Sehingga, satu sistem dapat dikatakan sebagai susunan atas berbagai bagian-bagian. Littlejohn berpendapat bahwa komunikasi sebagai satu sistem terdiri dari empat hal, Yaitu:

  1. Objek-objek dari sistem komunikasi, yaitu berupa elemen-elemen komunikasi yakni komunikator dan komunikan, pesan, media, dan timbal baliknya. 
  2. Atribut sistem komunikasi, yaitu berupa atribut-atribut, properti sistem-sistem komunikasi dan objek-objek sistem komunikasi 
  3. Hubungan internal sistem komunikasi, yakni hubungan antara orang-orang dalam kaitannya sebagai anggota sistem komunikasi, yang dapat dilihat dari interaksi dan pesan-pesan komunikasi diantara mereka.
  4. Lingkungan sistem komunikasi, yakni suatu sistem komunikasi mempunyai lingkungan tertentu. Kemudian lingkungan tersebut mencakup lingkungan sosial, politik, maupun budaya. Dan mereka tidak hadir dalam suatu kevakuman, tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.

    Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sistem komunikasi adalah satu kesatuan atau susunan kompleks dari sebuah sistem komunikasi yang meliputi berbagai elemen-elemen yang terkait dengannya. Dimana, elemen-elemen tersebut membentuk sebuah kesatuan yang saling mempengaruhi. Sehingga dapat dikatakan sebagai satu sistem yang meliputi objek, atribut, hubungan internal, serta lingkungan dari sistem komunikasi itu sendiri.


Daftar Pustaka

Hendrayady, A. (2021). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: Media Sains Indonesia.

Kustiyahningsih, Y., & Rosa Anamisa, D. (2020). Sistem Informasi & Implementasi untuk Pendukung Keputusan. Malang: Media Nusa Creative.

Komentar

Postingan populer dari blog ini